Senin, 30 Maret 2015

Tangisan Dalam Duka


Oleh : Andi Hermawan




Siang menjelang sore duduk merenung mengigat cinta yang gelap, massa pancaroma remaja kini telah hilang meninggalkan cerita yang cukup istimewah untuk dituliskan. Hati yang hitam menjadi putih atas kehadiranmu. Namun kini telah pergi meninggalkan makna dalam pesan.
Dulu massa remaja itu adalah masa cinta yang keren dan lucu, massa cinta bagi pemula belajar memberih kasih, masa cinta belajar tangis dalam pedih, dan massa yang memaksa untuk di kenang sepanjang waktu.

Kehadiran “Putri Dewi” tidak butuh waktu lama untuk merubah segala perjalanan hidup yang elok dan enggan untuk memikirkaan nasib malang, dalam waktu pendek langkah kehidupan semuanya membawa arti dalam kebersamaan dulu. Tapi kini semuanya telah berhenti dan masing-masing memilih jalan yang menurut kita terbaik untuk kehidupan massa depan.

Waktu perjalanan hidup akan merubah dari asing menjadi manis, kisah cintapun tak selamanya indah dan kekal abadi, Sebab tuhan telah menyimpan jodoh yang terbaik untuk di cintai sepanjang waktu. Setelah lama aku dan kau berakhir memberi kasih cinta yang dulu saling mengisi, menyanyangi, menghormati, Namun hati ini tetap mengenang cinta terbaik yang pernah kau berikan.

Persaingan hati dan perasaan menuju pembuktian suka itu adalah hak semua orang dan tiap-tiap orang memiliki kehangatan hati untuk di satukan, dan Objeck sasaranpun memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihannya. Dan terbukti waktu yang sama jawaban hati ini memilih kau yang pantas untuk di isi dalam cinta.

Berakhir dalam Massa Putih Abu-Abu (SMA), Kitapun berakhir memberi cinta antara jarak dan engkau bosan melihat ulah ayahmu yang kerap memainkan cinta dari seorang ibu. Kaupun memutuskan untuk pergi meninggalkan Ayahmu sendiri tanpa seorang anak putri yang dulu pernah di Idamkan. Kau pergi meninggalkannya, lalu kau kembali ke pangkuan ibumu yang selalu mendidik memberi nasehat yang baik untuk langkahmu. Walaupun ibumu tinggal di desa kecil yang tak terjangkau dari sinyal handpone tapi kau mampu melewati jalur rusak sampai ke rumah.

Tidak membutuhkan waktu lama kau hadir dalam desa terpencil dengan beragam cewek yang berkulit hitam dan hanya kau yang tercantik dalam pandangan mata seorang adam. Kau pantas untuk di lirik setiap saat hingga mata terlelap rindu dalam gelapnya malam terbayang hingga ke-mimpi yang berarti untuk mereka.     

Cinta yang dijodohkan oleh orang tua membawah arti sepanjang hidup, 90 hari bercinta untuk melakukan pendekatan secara emosional dapat di jalankan dengan kesunguhan hati sehingga dapat ternilai mengetahui jiwa karakter kepribadian masing-masing hingga satu cinta dalam bungkusan Pernikahan.  

Hidup dalam satu pasangan muslim, Do’a teman-teman kepada tuhan ingin melihat seorang dewi bahagia dalam menjalanin hubungan cinta dengan baik hingga ke cucu-nenek. Selama satu tahun lebih hidup bersama pasangan pernikahan akhirnya melahirkan seorang anak perempuan yang bernama “Echa”, Kehadiran anak mejadi pelengkap dalam kehidupan berumah tangga. Cinta seorang ibu kepada anaknya sangat besar tak bisa di beliin dengan apa-apa apalagi dikalahkan dengan berapa harga. Cinta seorang ibu kepada Echa yg berumur 118 hari sangat tulus dan berharap tumbuh besar dalam kesederhanaanya, berharap pula bisa menjadi kebanggaan dari orang tua untuk kehidupan masa depannya nanti, berharap akan menjadi anak yang selalu setia dengan orang tuannya, setia dengan kakek-neneknya, setia bersama keluarga besarnya tentunya berharap memiliki teman baik dalam kehidupannya ini, hadir membahagiakan dan bersenang-senang dengan melihat alam ciptaan tuhan, ada gunung yang harus kau sapa dengan senyuman manismu nak, kepuncak melihat pemandangan-pemandangan indah yang harus kau lihat dalam ciptaan tuhan ini nak, begitu juga pantai nak engkau sebenarnya ada mewarnai dalam perjalan hidup kami nak, berenang bersama melihat perumbungan karang di dasar air laut, melihat warna warni pelangit, bulan dan bintang yang menyerangi malam gelap. Tetapi kenapa kamu pergi cepat meninggal kami ??     
Kau memang kami damba, kami nanti dengan sengenap jiwa
Anakku sayang..
Kau harapan kami tuk masa depan
Kau bisa membuat sedih jadi bahagia
Anakku sayang..
Kau kekuatan cinta yang tak ada tandingannya
Kala kau bahagia kami sangat bahagia
Kala kau sedih hati ini ikut bersedih bahkan lebih sedih dari yang kau rasa
Dikala kau sakit semua tubuh ini juga terasa sakit
Segenap jiwa kami berikan tukmu anankku
Sepenuh hati kami berjuang untukmu
Harapan kami padamu jadilah anak yang solehah
Anak yang berbakti pada semua
Anakku sayang do’a kami selalu untukmu
Selalu dan selalu …
Selamat jalan anakku, bahagialah dalam surgamu.

            (Ungkapan Seorang Ibu)

Cobaan hidup terus ada dalam kehidupan ini, hadapilah semuanya dengan senyuman indah agar tangis terasa tawa, sakit pula terasa bahagia, semua takdir kita serahkan kepada tuhan. Tuhan yang menciptakan dan akan kembali kepadannya.    

Hidup seorang ibu dan bapak atas kepergian anak tak membuat cintanya harus pergi dan berakhir, cinta mereka tetap untuh hingga adzal menjemputnya.
Selang beberapa bulan dari masalah yang dihadapinya lagi-lagi cobaan terus menimpah kehidupannya, tangisan air mata membasahi bumi atas kepergian suaminya dari kecelakaan motor itu membuat tubuhnya lemah tak bergerak hingga jatuh pingsang. Dilemah hidupmu dengan cobaan yang kerap menimpahnya, cobaan yang harus kau hadapin dengan cerdas untuk keluar menyelesaikan semua cobaan ini dan bertahan untuk hidup.

Tetap semangat dalam mengarungi hidup ini, mugkin tuhan memilih rencana lain untuk kehidupan masa depanmu yang lebih baik. Saya tidak pula naïf dan berhenti untuk mengingatin mereka yang pernah singga di kehidupan ini. Tapi kini Dewi harus menjadi putri yang tegar, putri yang selalu memiliki jiwa besar, putri yang selalu memiliki harapan nyata untuk keluarga besarmu, putri yang selalu memberi kebahagiaan bagi mereka yang dulu pergi meninggalkan kamu..

Perpisahan tercipta karena akan ada sebuah pertemuan selanjutnya yang akan lebih indah, Impian harus terus dikejar meski harus bersusah payah. Kamu tak akan mendapatkan apapun jika kamu terus berdiam diri Dan Ihklaskanlah untuk kepergian mereka, semoga mereka tetap dalam lindungan allah SWT dan mempertemukan seorang anak dan bapak di akhirat sana. Aamiin.

       


     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar