Mengingati cerita panjang itu
lagi-lagi saya harus memaksa bercerita dengan pena untuk menuliskan kata.
Apapun itu, antara kekecewaan dan kekaguman. tapi kali ini dengan kondisi dan
keadaan yang memaksa jiwa untuk merangkul kata dalam menulis. tiba-tiba pikiran
ini tersendak tanpa terkonsep, ini bukan nyihir juga bukan humoris tapi ini
adalah cerita evaluasi diri dalam budaya ketimuran.
Lahir dari kota yang sama, tumbuh besar juga di kota yang sama. Hampir mencapai usia dewasa tak sedikitpun keindahan kota yang berubah, Masih seperti di awal kelahiran, menepatkan diri di tempat Bumi seribu kata. Yach.. Kota Dompu Bumi slogam Ngahi rawi ini berada di bagian tengah Pulau Sumbawa Wilayahnya seluas 2.321,55 km² dan jumlah penduduknya sekitar 218.000 jiwa. Kabupaten Dompu perbatasan dengan Kabupaten Sumbawa dan Teluk Saleh di barat, Kabupaten Bima di utara dan timur serta Samudera Hindia di selatan.
Lahir dari kota yang sama, tumbuh besar juga di kota yang sama. Hampir mencapai usia dewasa tak sedikitpun keindahan kota yang berubah, Masih seperti di awal kelahiran, menepatkan diri di tempat Bumi seribu kata. Yach.. Kota Dompu Bumi slogam Ngahi rawi ini berada di bagian tengah Pulau Sumbawa Wilayahnya seluas 2.321,55 km² dan jumlah penduduknya sekitar 218.000 jiwa. Kabupaten Dompu perbatasan dengan Kabupaten Sumbawa dan Teluk Saleh di barat, Kabupaten Bima di utara dan timur serta Samudera Hindia di selatan.
Mencapai umur tua di anggka tinggi,
kini Hampir tak semua orang mengenal Identitas ketimuran. Khusunya untuk pemuda
generasi perubahan perkembangan kemajuan daerah, Lahir di bumi Ngahi rawi pahu
tentunya juga tau beberapa karakteristik orang timur. Kebudayaan ketimuran yang
kerap di puji dengan berbagai motiv pakaian yang Indah, beberapa gerakan tubuh
yang lincah dan teratur, gendangan musik tradisional, kini telah menjadi cerita
dulu yang tak pernah di tayang kembali setelah berperan aktif mengenal
moderlisasi dunia dan melupakan nilai-nilai luhur kebudayaan.
Dewasa ini, Tidak jarang hampir
semua orang mengakui dengan perkembangan teknologi terkini yang membawa
pengaruh besar kepada tiap insan berbudi dan berakal dapat cepat terkontakminasi.
Masuknya berbagai macam trendingTopic moderlisasi mulai dari berpakaian
(Style), Berbahasa (Speaking), hingga makanan telah menjadi idolah banyak
orang.
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang
bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia
global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat
akselerasi proses globalisasi ini.
Globalisasi menyentuh seluruh aspek
penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan
baru yang harus dijawab, Kehilangan jati diri ketimuran mulai Nampak jelas di
Bumi Ngahi rawi pahu. Beberapa budaya ciri khas Dou dompu dulu menjadi nontonan
kegembiraan kini telah perpaling sedih dan kegalauan.
kebudayaan Dou-Dompu yang kerap kali
di banggakan adalah antara biolah katipu juga mpa’a gantao yang pernah penulis
nonton di beberapa titik arus jalan, itu telah menjadi idolah banyak orang yang
menunggu untuk menonton. kegigihan sekaligus penghibur dalam menampilkan
aksalarasi atraksi itu telah menjadi idaman bagi banyak orang. Biolah katipu
adalah alat kearifan lokal budaya dou Dompu-Bima yang masih bertahan hingga
hari ini walaupun penganti (substitute) oleh Orgam malam. Orgam malam sendiri
juga sering di lakukan hingga pagi hari di saat ada acara-acara hajatan seperti
Acara Ulang tahun, Pernikahan, perpisahan, penyambutan tahun baru, Hingga
sampai ke pengujung jalan yaitu Liburan Lebaran.
Cara membunyikan biola sendiri dapat
dengan digesek dengan busur maupun dipetik dengan jari tangan kanan (teknik ini
disebut dengan pizzicato). Walaupun untuk pemain biasa memetik senar biola
dengan teknik pizzicato selalu dilakukan dengan jari tangan kanan, namun
ada pula pemain yang memetik dengan tangan kiri dan lagu-lagu khusus yang
memerlukan kecepatan tinggi antara menggesek dengan busur dan memetik dengan
jari sehingga jari tangan kiri yang digunakan.biasanya biolah katipu sendiri di
mainkan oleh dua orang, yang satu menjadi vokal dan satu menjadi aktor seni.
Tidak hanya biola katipu alat
tradisional bernada musik, salah satunya juga yang menjadi penghibur di masa
kecil adalah Mpa’a Gantao. Mpa’a gantao sendiri dimainkan oleh dua orang
penari, ragam geraknya sama dengan ragam gerak silat, tetapi dimainkan dalam
irama gerak yang cepat, begitu pula musik pengiringnya tidak jauh berbeda
dengan irama musik Mpa’a sila(Silat), hanya iramanya lebih cepat. Alat music
pengiringnya adalah dua buah gendang, Tawa-Tawa, Gong serta alunan Serunai Khas
Mbojo yang disebut “ Sarone”. Dalam satu group Gantao terdiri dari lima orang
pemain music dan 2 orang pemain Gantao.
Moderlisasi perkembangan teknologi,
beberapa kearifan lokal budaya mulai disembunyihi oleh alat-alat musik moderen
terkini. Seharusnya pemudah yang menjadi ladang pejuang mempertahankan erat
kebudayaan Dou timur (Orang timur), kini seakan buta dan tuli melihat realita
kekinian yang terjadi. kejadian ini tergolong masih tetap eksis keberadaannya
hingga saat ini. Meskipun hanya seberapa kecil saja pemuda kreatif aktif masih bersemangat
mempertahankannya. Persoalan mendasar yang dihadapi para seniman adalah
minimnya pembinaan dan bantuan peralatan serta kostum. Disamping itu, proses
regenerasinya sangat lamban. Peniup Sarone saja semakin langka, apalagi penabuh
gendang. Diperlukan pembinaan dan proses regenerasi untuk mengajak para pemuda
bergelut di seni budaya tradisional Mbojo dalam rangka upaya pelestariannya.
Di tengah suasana penghibur diri,
manghabiskan lelah dalam berirama. Tiba-tiba malam ini teringat di waktu kala
ketika saya mendengarkan alunan musik tradisional Dou Dompu yang indah dan
terhibur itu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar