Sore ini menghadiri diskusi publik Mengenai Radikalisme dan terorisme di Nusa Tenggara Barat (NTB)
Radikalisme dan Terorisme merupakan dua persoalan besar yang di hadapi Oleh bangsa Indonesia. Ideologi dan jejaring gerakanya masih eksis dan meluas di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Nusa tengagra barat (NTB). Dari berbagai fakta yang terungkap, Menunjukan bahwa NTB di indikasikan masih memiliki potensi menjadi basis wilayah gerakan radikalisme dan Aktivitas gerakan terorisme.
Radikalisme dan Terorisme merupakan dua persoalan besar yang di hadapi Oleh bangsa Indonesia. Ideologi dan jejaring gerakanya masih eksis dan meluas di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Nusa tengagra barat (NTB). Dari berbagai fakta yang terungkap, Menunjukan bahwa NTB di indikasikan masih memiliki potensi menjadi basis wilayah gerakan radikalisme dan Aktivitas gerakan terorisme.
Keramahan NTB menjadikan daerah ini sebagai tujuan baru tempat
persembunyian teroris dan Adanya ketidak sampaian atas setiap ruang
dialog yang telah dilakukan pada beberapa kelompok-kelompok Tertentu
yang masih belum berjalan dengan baik .
Fakta-Fakta yang menujukan eksistensi gerakan radikalisme dan terorisme di antaranya adalah :
1. Di kota bima, Densus 88 menangkap Ust.Mujahidul Haq alias muhaajir alias Ukbah (Alumni Nurulsuhada Solo/ janteng Mantan anggota mujahidin di mindanao philipina selatan) pengajar ponpes UBK desa Sanolo, Kec.Bolo, Kab.bima diduga terlibat mendukng kegiatan kelompok terorisme di jalin Jantho Aceh.
2. Di kabupaten bima, Anggota Polsek bolo brigadir Rahmand saifudin di tusuk hingga tewas oleh saban Arahman (17 tahun,alumniponpes UBK Bim) Tersangka ditangkap di polsek setelah melakukan aksinya.
3. Di kota bima, Densus 88 menangkap 2 orang terduga jaringan teroris yaitu drg. Yuni Ardhi (Anggota JAT BIma dan Ust, Kamarudin Alias Kamaludin Bin Hasan (Diduga DPO Aceh/Anggota JAT Bandur.
4. Di Kab, Bima Terjadi peledakan Bom Rakitan di ponpes UBK, mengakibatkanust. Firdaus meninggal. Pasca ledakan, pimpinan Ponpes dan 7 pengajar ponpes di proses hukum.
5. Di kab, Bima Densus 88 melakukan penyerapann mengakibatkan 2 orang terduga teroris an.Roi ( Asal makasar beristikan Orang bima) dan Bakhitiar asal Bima meninngal dunia.
6. Di kabupaten dompu, digubuk masyarakat lingkungan ginte. densus 88 melakukan penyergapan yang mengakibatkan 3orang terduga teroris meninggal dunia dan 1 orang melarikan diri.
Pemberantasan terorisme bertujuan melindungi warga negara dan kepentingan nasional serta menciptakan lingkungan nasional dan internasional yang aman dan damai dengan tidak menyuburkan radikalisasi dan menghentikan aksi terorisme.
Jadi ada beberapa hal yang menjadikan banyaknya Terorisme diNegri ini khususnya NTB.
Politik, Ekonomi, Sosial dan Agama pendidikan
Aspek politik
- Kebijakan Politik yang tidak Adil
- Kebijakan pola penanganan Teroris yang tidak Tepat
- Kebijakan politik lintas Negara berimbas pada negara lain.
Aspek Ekonomi
- Kemiskinan
- Ketidak adilan kebijakan Ekonomi
Agama dan Pendidikan
- Pengalaman Agama (yang bersifat personal)
- Semearak kegiatan agama (Termasuk Dakwah) yang tidak masif memberi ruang bagi tumbuhnya aksi radikal
- Kurikulum yang tidak Berpespektif Insklusif (Ajaran Inklusif hanya pada mata pelajaran tertentu.
Aspek Sosial
- Ksenjangan Sosial
- Solidaritas Sosialyang berkurang
- komunitas dan Interaksi sosial yang makin hilang (Individualistik yang makinmenguat)
-Kearifan Local yang tidak lagi di tegakkan yang terus menyerang).
Selamat Sore Menjelang malam.
Terganggu dengan suasana Detik-detik Terakhir persetujuan pilihan pilkadar langsung Atau Tidak .
Fakta-Fakta yang menujukan eksistensi gerakan radikalisme dan terorisme di antaranya adalah :
1. Di kota bima, Densus 88 menangkap Ust.Mujahidul Haq alias muhaajir alias Ukbah (Alumni Nurulsuhada Solo/ janteng Mantan anggota mujahidin di mindanao philipina selatan) pengajar ponpes UBK desa Sanolo, Kec.Bolo, Kab.bima diduga terlibat mendukng kegiatan kelompok terorisme di jalin Jantho Aceh.
2. Di kabupaten bima, Anggota Polsek bolo brigadir Rahmand saifudin di tusuk hingga tewas oleh saban Arahman (17 tahun,alumniponpes UBK Bim) Tersangka ditangkap di polsek setelah melakukan aksinya.
3. Di kota bima, Densus 88 menangkap 2 orang terduga jaringan teroris yaitu drg. Yuni Ardhi (Anggota JAT BIma dan Ust, Kamarudin Alias Kamaludin Bin Hasan (Diduga DPO Aceh/Anggota JAT Bandur.
4. Di Kab, Bima Terjadi peledakan Bom Rakitan di ponpes UBK, mengakibatkanust. Firdaus meninggal. Pasca ledakan, pimpinan Ponpes dan 7 pengajar ponpes di proses hukum.
5. Di kab, Bima Densus 88 melakukan penyerapann mengakibatkan 2 orang terduga teroris an.Roi ( Asal makasar beristikan Orang bima) dan Bakhitiar asal Bima meninngal dunia.
6. Di kabupaten dompu, digubuk masyarakat lingkungan ginte. densus 88 melakukan penyergapan yang mengakibatkan 3orang terduga teroris meninggal dunia dan 1 orang melarikan diri.
Pemberantasan terorisme bertujuan melindungi warga negara dan kepentingan nasional serta menciptakan lingkungan nasional dan internasional yang aman dan damai dengan tidak menyuburkan radikalisasi dan menghentikan aksi terorisme.
Jadi ada beberapa hal yang menjadikan banyaknya Terorisme diNegri ini khususnya NTB.
Politik, Ekonomi, Sosial dan Agama pendidikan
Aspek politik
- Kebijakan Politik yang tidak Adil
- Kebijakan pola penanganan Teroris yang tidak Tepat
- Kebijakan politik lintas Negara berimbas pada negara lain.
Aspek Ekonomi
- Kemiskinan
- Ketidak adilan kebijakan Ekonomi
Agama dan Pendidikan
- Pengalaman Agama (yang bersifat personal)
- Semearak kegiatan agama (Termasuk Dakwah) yang tidak masif memberi ruang bagi tumbuhnya aksi radikal
- Kurikulum yang tidak Berpespektif Insklusif (Ajaran Inklusif hanya pada mata pelajaran tertentu.
Aspek Sosial
- Ksenjangan Sosial
- Solidaritas Sosialyang berkurang
- komunitas dan Interaksi sosial yang makin hilang (Individualistik yang makinmenguat)
-Kearifan Local yang tidak lagi di tegakkan yang terus menyerang).
Selamat Sore Menjelang malam.
Terganggu dengan suasana Detik-detik Terakhir persetujuan pilihan pilkadar langsung Atau Tidak .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar