Dalam kehenyingan malam
duduk menyediri memikirkan nasib malang, melihat object yang Nampak selalu
setia keberadaan bersamaku, kini aku membuka jendelah baru untuk mengantarkan
tidur dalam mimpi. Minimnya ide mau melakukan kegiatan tidak pernah
terjawabkan, sebab di kamar kecil dalam ruangan terpatas tanpa melihat
kiasan-kiasan indah seperti bintang terang di atas langit.
Dalam menikmatin malam
memikirkan kejadian lampau atas penyesalan panjang itu, meyiakan-menyiakan
waktu tanpa arti, kini semuanya baru tersadari setelah Waktu usia semakin
bertambah. Memaksakan diri memulai melakukan hal-hal baru tanpa pernah
dilakukan sebelumnya, sebelumnya aku hanya pernah membaca dan menghitung tak
jarang untuk menulis tapi kini akupun juga ingin memaksakan hal yang sama dari
menjarangkan berkirsa ingin membiasakan, karena hal menulis ini sering juga
kita lakukan mulai TK,SD,SMP,SMA bahkan masuk perguruan tinggi masih memainkan
pena untuk berpikir. Lalu kenapa jarang orang melakukan hal itu?
Dalam percobaan pertama
dengan ide yang sepotong akupun membiasakan diri membuka kertas dan laptop,
lalu sejenak termangu memandang layar putih memantul cahaya cerah, tak cukup
lama mata ini bertahan, sedikit demi sedikit mulai kesakitan, sedang isi
kepalapun kering keronta. Kinipun aku sedang binggung, aku hanya bisa memainkan
pena dalam cerita, cerita pengalaman baru yang menjadi penyemangat langkah selanjutnya.
Keinginan mengembangkan
potensi dalam menulis sangat besar, sejenak akupun masih berpikir dalam
mendapatkan ide-ide untuk menulis, tak sulit sebenarnya juga tidak sangat susah
seperti yang kita pikirkan bersama. Pengalaman inipun menjadi torehan sejarah,
sebab melakukan hal baru memiliki keberanian adalah hal yang sangat jarang
dilakukan oleh orang banyak, walaupun beberapa karya masih tertawa karna
keadaanya memang lucu. tapi inilah aku, aku hanya ingin menciptakan sejarah
dengan berkarya.
Dalam kata aku tetap terus
bergemuyung untuk mencobah, ketika seorang sastra mengatakan hal yang sama
seperti juga harapan Aku, dia, juga mereka adalah kita yg ingin di sejarahkan.
“Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari
sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramoedya
Ananta Toer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar