Kamis, 25 September 2014

Radikalisme dan Terorisme di Nusa Tengara Barat (NTB)


Sore ini menghadiri diskusi publik Mengenai Radikalisme dan terorisme di Nusa Tenggara Barat (NTB)

Radikalisme dan Terorisme merupakan dua persoalan besar yang di hadapi Oleh bangsa Indonesia. Ideologi dan jejaring gerakanya masih eksis dan meluas di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Nusa tengagra barat (NTB). Dari berbagai fakta yang terungkap, Menunjukan bahwa NTB di indikasikan masih memiliki potensi menjadi basis wilayah gerakan radikalisme dan Aktivitas gerakan terorisme.
Keramahan NTB menjadikan daerah ini sebagai tujuan baru tempat persembunyian teroris dan Adanya ketidak sampaian atas setiap ruang dialog yang telah dilakukan pada beberapa kelompok-kelompok Tertentu yang masih belum berjalan dengan baik .

Fakta-Fakta yang menujukan eksistensi gerakan radikalisme dan terorisme di antaranya adalah :

1. Di kota bima, Densus 88 menangkap Ust.Mujahidul Haq alias muhaajir alias Ukbah (Alumni Nurulsuhada  Solo/ janteng Mantan anggota mujahidin di mindanao philipina selatan) pengajar ponpes UBK desa Sanolo, Kec.Bolo, Kab.bima diduga terlibat mendukng kegiatan kelompok terorisme di jalin Jantho Aceh.

2. Di kabupaten bima, Anggota Polsek bolo brigadir Rahmand saifudin di tusuk hingga tewas oleh saban Arahman (17 tahun,alumniponpes UBK Bim) Tersangka ditangkap di polsek setelah melakukan aksinya.

3. Di kota bima, Densus 88 menangkap 2 orang terduga jaringan teroris yaitu drg. Yuni Ardhi (Anggota JAT BIma dan Ust, Kamarudin Alias Kamaludin Bin Hasan (Diduga DPO Aceh/Anggota JAT Bandur.

4. Di Kab, Bima Terjadi peledakan Bom Rakitan di ponpes UBK, mengakibatkanust. Firdaus meninggal. Pasca ledakan, pimpinan Ponpes dan 7 pengajar ponpes di proses hukum.

5. Di kab, Bima Densus 88 melakukan penyerapann mengakibatkan 2 orang terduga teroris an.Roi ( Asal makasar beristikan Orang bima) dan Bakhitiar asal Bima meninngal dunia.

6. Di kabupaten dompu, digubuk masyarakat lingkungan ginte. densus 88 melakukan penyergapan yang mengakibatkan 3orang terduga teroris meninggal dunia dan 1 orang melarikan diri.

Pemberantasan terorisme bertujuan melindungi warga negara dan kepentingan nasional serta menciptakan lingkungan nasional dan internasional yang aman dan damai dengan tidak menyuburkan radikalisasi dan menghentikan aksi terorisme.
Jadi ada beberapa hal yang menjadikan banyaknya Terorisme diNegri ini khususnya NTB.
Politik, Ekonomi, Sosial dan Agama pendidikan
Aspek politik
- Kebijakan Politik yang tidak Adil
- Kebijakan pola penanganan Teroris yang tidak Tepat
- Kebijakan politik lintas Negara berimbas pada negara lain.
Aspek Ekonomi
- Kemiskinan
- Ketidak adilan kebijakan Ekonomi
Agama dan Pendidikan
- Pengalaman Agama (yang bersifat personal)
- Semearak kegiatan agama (Termasuk Dakwah) yang tidak masif memberi ruang bagi tumbuhnya aksi radikal
- Kurikulum yang tidak Berpespektif Insklusif (Ajaran Inklusif hanya pada mata pelajaran tertentu.
Aspek Sosial
- Ksenjangan Sosial
- Solidaritas Sosialyang berkurang
- komunitas dan Interaksi sosial yang makin hilang (Individualistik yang makinmenguat)
-Kearifan Local yang tidak lagi di tegakkan yang terus menyerang).
Selamat Sore Menjelang malam.
Terganggu dengan suasana Detik-detik Terakhir persetujuan pilihan pilkadar langsung Atau Tidak .



Selasa, 23 September 2014

Sebatas Waktu (Bersamamu)







Aku tahu, walau nyaris tak habis mengerti
Segala rasa itu terikat
Aku suka, juga senang, sebagaimana juga kamu
Aku tahu kita saling butuh, walau tak pernah bisa bersatu
Kita laksana satu samudera yang senantiasa bertemu
Namun tak pernah berpadu karena berbeda rasa dan warna
Terpisah oleh sekat yang memisteri yang sama-sama juga kita tak pahami

Kita hanya saling mencari dan berlomba
Dalam emosi,,,
Kata nyatanya tak selamanya menjadi kalimat
Kecuali suara, untuk dapat jauh berbuat,,,
Dosa, keindahan, lalu meluncur jadi sebuah dendam dan kebencian (mungkin!)

Inilah teman, inilah sahabat, mungkin juga sebagai saudara
Namun di sela semua itu, kaurela untuk menyibak dan mengacaukan
Perbedaan demi dalih buat kebersamaan
Dewasa tidak sekedar diucapkan
Seperti yang sering kauungkapkan padaku
Tapi harus ditampakkan dalam sikap dan pikiran
Orang yang dianggap dewasa terkadang tidak menunjukkan kedewasaan
Justru lebih pada kekanak-kanakkan: Itu kita!

Yeah, iringan jalan berjalan kita
Tak pernah lepas dari kata teman, sahabat, atau saudara
Tapi kutahu,,,
Ucapan itu bukan tulus keluar dari kedalaman hati dan rasamu
Aku memang temanmu, walau aku ragu
Sebab aku adalah luapan emosimu, demikian juga engkau bagiku
Untuk antarkan kita ke jenjang yang lebih dewasa
Walau juga kita tidak pernah dewasa-dewasa (entah!)
Sebab di saat kuanggap kaudewasa
Justru kauanggap aku masih kekanak-kanakan
Dan mengajarku agar tahu rasa
Aku adalah buaya soliter yang ingin tahu rasa indah (katamu!)
(Kataku!) Kau pun tak lebih dari seekor alligator yang tak bosan
Mengajarkanku pada keindahan yang sama!

Teman, sahabat, saudara,,,
Sebongkah kenangan itu terukir
Kebersamaan kita ada pada jejak-jejak yang terukir
Namun jalan itu tinggal menempuh penghujungnya
Gerbang akhir telah dibuka
Genggam erat tanganku, walau harus dilepaskan selamanya
Maafkan aku, karena tidak pernah dewasa bagimu!!